UTBK-SBMPTN Undana 2021 Berlangsung Lancar

Ujian Tulis Berbasis Komptensi (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Nusa Cendana (Undana) tahun 2021, berlangsung aman dan lancar. Hal tersebut karena adanya kerja keras seluruh tim panitia UTBK Undana untuk menindaklanjuti permintaan Lembaga Tes Masuk Peguruan Tinggi (LTMPT) untuk melaksanakan UTBK.

“Sejak pagi hingga siang, semua proses UTBK berjalan lancar. Tidak ada masalah apapun yang terlalu signifikan, khususnya terkait jaringan internet maupun listrik. Jadi, memang dalam situasi darurat ini, teman-teman teknisi atau seluruh panitia bekerja keras, sehingga UTBK di tujuh lokasi bisa berjalan lancar, ”demikian penjelasan Koordinator Pengawas lokasi UTBK Undana, Samrud Nafie, S.Sos., M.AP di sela- sela UTBK di lokasi UPT. Puskom Undana, Kamis (15/4/2021).

Koordinator Pengawas lokasi UTBK Undana, Samrud Nafie, S.Sos., M.AP

Nafie menjelaskan, terlaksananya UTBK, karena LTMPT memberi ruang kepada panitia lokal Undana untuk melaksanakan UTBK. “Kesiapan UTBK semestinya berlangsung tanggal 12 April 2021, tetapi kondisi badai seroja melanda NTT, termasuk Undana, sehingga banyak fasilitas yang mengalami kerusakan. Berdasarkan koordinasi tim LTMPT, kita diberi ruang untuk melakukan tes hari ini, ”ujar mantan Kasubag Pendidikan dan Kerjasama BAAKPSI ini.

Pihaknya menyebut, proses UTBK seharusnya sudah dilaksanakan tanggal 12 April lalu. Namun, Undana mengalami masalah jaringan listrik dan internet, sehingga LTMPT mengundur jadwal hingga tanggal 15 April. “Dengan demikian, UTBK hari pertama ini merupakan sesi ke tujuh dan ke delapan,” ujarnya.

Pada sesi ke tujuh (pagi), jelas Nafie, proporsi hadir mencapai 79,83 persen, yaitu dari jumlah peserta sebanyak 461 orang, yang hadir 368 orang dan yang tidak hadir 93 orang. Sementara pada sesi ke delapan (siang), sambungnya, proporsi peserta yang hadir 84,41 persen, yaitu dari total peserta sebanyak 295, yang hadir sebanyak 249 orang dan yang tidak hadir 46 orang.

Pihaknya mengaku, pada hari pertama UTBK, peserta cukup tinggi, meskipun NTT baru saja dilanda badai seroja. Karena itu, Nafie berharap, dengan tersebarnya informasi, peserta yang sudah terdaftar bisa mengikuti UTBK pada gelombang pertama atau ke dua nantinya.

“Saya melihat, sejak pagi hingga siang ini, anak-anak sudah ada dan siap mengikuti tes. Kurang lebih ada 20 sesi ke depan, sehingga jika informasi sudah berdedar, peserta tidak bingung kapan harus tes. Kita mengharapkan semua jaringan bisa terkoneksi sehingga UTBK pada sesi-sesi berikutnya dapat berjalan semestinya, ”pungkas Nafie.

Prokes UTBK di Undana

Ketua Satgas Covid-19 Undana, Dr. Apris Adu, S.Pt, M.Kes menjelaskan UTBK-SBMPTN di Undana yang dilaksanakan, sudah sesuai dengan standar protokol kesehatan (prokes), baik itu bagi panitia maupun bagi peserta.

Ketua Satgas Covid Undana, Dr. Apris Adu, S.Pt, M.Kes

“Bagi panitia dan juga pengawas, kami wajibkan mereka lakukan vaksin dua kali. Ketika masuk, mereka wajib gunakan masker standar dan mereka melakukan pencucian tangan atau menggunakan hand sanitizer dan diukur suhu tubuh, ”jelas Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini.

Ia menambahkan, terdapat panitia atau pengawas yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat, maka akan mendapat perlakuan untuk menurunkan suhu tubuh, jika suhu tubuh panitia maupun peserta tidak menurun, maka tim Covid-19 Undana telah menyediakan mobil ambulans untuk mengangkut panitia maupun pengawas ke Rumah Sakit (RS) Undana “Jika ditemukan adanya gejala menuju covid-19, maka tim akan melakukan intervensi, dan melakukan kegiatan dan rujuk ke RS,” tegasnya.

Bagi peserta, jelas Adu peserta menggunakan masker, hand sanitizer, sarung tangan dan biaya suhu tubuh. Selain itu, pihaknya juga mencegah peserta UTBK saling menukar alat tulis atau kertas kerja atau membagi makanan. “Mereka harus bawa sendiri makanan. Bagi peserta beragama Muslim, mereka wajib membawa alat perlengkapan ibadah. Prokes ini kita awasi secara ketat, ”imbuhnya.

Untuk mendukung terlaksananya Prokes, pihaknya menugaskan tenaga kesehatan (nakes) di tujuh lokasi UTBK. Setiap lokasi terdapat satu epidemolog, sanitarian dan dokter.

Peserta Berharap Diterima di Undana

Albert Kristian Kompas

Albert Kristian Kompas, peserta UTBK Undana ketika dimintai komentarnya mengatakan, UTBK-SBMPTN Undana berjalan lancar. ”Tata cara ujian dengan menerapkan Prokes sudah sangat baik dilakukan panitia, mulai dari peserta masuk hingga keluar,” ujarnya. Alumni SMAN 5 Kota Kupang mengaku, terdapat beberapa soal yang sulit, seperti Bahasa Inggris dan Geografi. Kendati demikian, Kristian berharap dirinya bisa mendapat nilai tinggi, sehingga bisa lulus dan diterima di Undana.

Ida Ayu Candrakanti

Peserta UTBK asal SMA Geovani Kupang, Ida Ayu Candrakanti kepada media mengungkapkan perasaannya, sangat lega setelah ujian, tetapi dirinya takut dengan hasil yang diperolah nantinya. Menurut Ida, terdapat beberapa soal yang sulit, terutama pada soal Ekonomi. Kendati demikian, dia berharap bisa mendapat nilai tinggi, sehingga bisa diterima di Undana. Terkait Prokes yang diterapkan Undana, menurut dia, sudah sangat ketat, karena panitia sangat memperhatian penggunaan masker, pembersih tangan maupun sarung tangan medis.

Elfina Sanjaya

Peserta UTBK asal SMK N 3 Kota Kupang, Elfina Sanjaya, mengaku, terdapat beberapa soal yang mudah, tetapi soal yang menurutnya sulit adalah Sejarah dan Geografi. Meski ada soal yang sulit, tetapi Elfin optimis dirinya bisa masuk PTN yang dinginkan. Terkait Prokes yang diterapkan, jelas dia, sudah sangat baik, karena peserta yang menggunakan masker, sarung tangan, dicek suhu tubuh dan memakai pembersih tangan.

Paskarito Rosang

Peserta UTBK Undana, Paskarito Rosang, kepada media ini mengaku, sangat senang dan bisa melewati UTBK dengan baik. Ia menuturkan, umumnya soal tidak terlalu sulit, sehingga bisa dikerjaan. Meski demikian, Paskarito berharap, apapun hasil yang akan diperoleh saat pengumuman, merupakan hasil yang terbaik. Ia juga mengapresiasi penerapan Prokes yang dilakukan Undana.

Pada hari pertama UTBK, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D didampingi Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik Dr. drh. Maxs UE Sanam, M.Sc, Warek Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Ir. Jalaludin, M.Si dan Warek Bidang Kerjasama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph. D ikut berpartisipasi di jalannya UTBK di beberapa lokasi yang dimulai dari UPT. Puskom kemudian ke Fakultas Sains dan Teknik (FST), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan berakhir di Fakultas Kedokteran (FK). (rfl)

Comments are closed.