Undana Sosialisasi UTBK-SBMPTN 2021

Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan sosialisasi Ujian Tulis Berbasis Kompetensi (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021 kepada sejumlah pengawas UTBK SBMPTN Undana secara virtual, Rabu (31/3).

Sosialisasi yang dipandu Kabag Akademik BAAKPSI Undana, Yane Ay, M. Pd itu dihadiri Rektor Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D, Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Warek Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Ir. Jalaludin, M. Si, Warek Bidang Kemahasiswaan Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc, Karo BAAKPSI Drs. Jimmy Benu, M. Si, Ketua LP3M Dr. Ir. Sefanus P. Manongga, MS dan para peserta yang terdiri para dosen dan tenaga kependidikan yang menjadi pengawas dan teknisi UTBK SBMPTN.

Rektor Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D dalam paparannya mengatakan, ada tiga jalur masuk PTN, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Mandiri. Berdasarkan hasil konsorsium PTN seluruh Indonesia, maka pada tahun 2019, jalur SNMPTN dan SBMPTN dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). LTMPT, jelas Rektor, merupakan lembaga penyelenggara tes yang tetap, kredibel, proporsional, efektif dan efektif.

Saat ini, tahap pendaftaran dan seleksi SNMPTN sudah dilakukan. Untuk itu, jalur SBMPTN saat ini tengah berproses. Untuk jalur mandiri, lanjutnya, akan melakukan rapat pimpinan apakah bisa menggunakan hasil tes SBMPTN atau tidak dengan penilaian portofolio, jelas Prof. Fred.

Pengembangan model proses seleksi sesuai perkembangan teknologi informasi, dan era digitalisasi menuju Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Model tes dan seleksi calon mahasiswa baru, sambung Rektor, mengacu pada prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien dan akuntabel. “Mudah-mudahan prinsip ini masih bisa kita pertahankan. Misalnya, prinsip adil, siapa pun boleh masuk di PTN mana pun. Kalau transparan, nilai semua peserta akan dilihat. Seleksi masuk PTN ini pun flexible, karena jika peserta tidak lulus di SNMPTN, bisa ikut SBMPTN dan selanjutnya ke jalur Mandiri,” ujarnya.

Untuk jalur mandiri, terang Prof. Fred, Undana akan membuka pendaftaran ulang. “Apakah kita buka akun tersendiri, kalau SNMPTN dan SBMPTN akunnya sekali saja didaftarkan peserta saat proses SNMPTN,” imbuhnya.

Rektor menjelaskan, fungsi LPMPT adalah mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor/direktur PTN. LPMPT melaksanakan UTBK, menyampaikan hasil UTBK kepada peserta PTN tujuan, melaksanakan tes masuk PT yang kredibel, adil, transparan, fleksibel, efisien dan akuntable, serta membantu PT memperoleh calon mahasiswa berdasarkan nilai akademik atau nilai akademik dan prestasi lainnya melalui jalur SNMPTN. Pihaknya menambahkan LPMPT membantu memperoleh calon mahasiswa berdasarkan hasil UTBK saja atau UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN melalui jalur SNMTPN.

Kuota calon mahasiswa pada masing-masing jalur, yakni SNMPTN minimum 20 persen, SBMPTN minimum 40 persen dan Mandiri minimum 30 persen dari total kuota yang ditetapkan PTN. “SNMPTN kita sudah lewati dengan nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan PTN. Sedangkan SBMPTN didasarkan pada hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN,” jelas Prof. Fred.

Sementara seleksi mandiri, sambung Rektor, PTN dapat menggunakan hasil UTBK, tetapi berdasarkan keputusan bersama pimpinan Undana nantinya. Ia menambahkan, biaya pendaftaran untuk SNMPTN ditanggung pemerintah, sedangkan SBMPTN ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah, serta jalur Mandiri sepenuhnya oleh peserta.

Persyaratan UTBK

Rektor memaparkan, sejumlah persyaratan UTBK, yakni: Pertama, memiliki akun LTMPT yang telah dibuka sejak tanggal 4 Januari hingga 1 Februari 2021. Kedua, siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 pada tahun 2021 atau peserta didik paket C tahun 2021 dengan umur maksimal 25 tahun per 1 Juli 2021. Ketiga, lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2019 dan 2020 atau lulusan paket C tahun 2019 dan 2020 dengan umur maksimal 25 tahun. Keempat, peserta yang akan memilih Prodi Saintek, maka mengikuti Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik Saintek. Selain itu, peserta yang akan memilih Prodi Soshum, maka mengikuti TPS dan TKA Soshum dan peserta yang akan memilih Prodi campuran (Saintek dan Soshum), maka mengikuti TPS, TKA Saintek dan TKA Soshum.

Rektor menambahkan, pelaksanaan tes dilaksanakan dalam dua gelombang, 14 hari dan 28 sesi (2 sesi setiap hari). Dan setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti tes satu kali. UTBK saat ini dilaksanakan dalam masa pandemic COVID-19, sehingga akan menerapkan prokes yang ketat, tegas rektor.

Warek Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc pada kesempatan itu menjelaskan, hingga saat ini total pendaftar di pusat UTBK Undana telah mencapai 8.800 orang. Peningkatan jumlah pendaftar yang melebihi target, karena tahun ini UTBK SBMPTN juga diikuti Politeknik Negeri Kupang (PNK) dan Politeknik Pertanian Negeri (Politani), jelasnya.

Pihaknya menyebut, UTBK sudah berlangsung sejak peserta mendaftar akun di LPMPT.

Untuk SNMPTN saat ini prosesnya sudah selesai. Jumlah calon mahasiswa yang sudah mengisi biodata pada SNMPTN sebanyak 1.399 orang dari jumlah peserta yang lulus 1.550 orang. “Kuota awal kita 2. 939 mahasiswa, tapi karena posisi saat ini masih ada 140 orang yang mendaftar lagi, kita akan geser ke SBMPTN, nanti kuotanya sekitar 3140-an orang,” papar Dr. Maxs.

Beliau menjelaskan, terdapat dua gelombang UTBK, yakni gelombang pertama tanggal 12-18 April dan gelombang kedua tanggal 26 April -2 Mei 2021. Sedangkan pengumuman seleksi tanggal 14 Juni 2021.

“Setiap gelombang ada dua sesi, pagi dan siang. Jadi bapak/ibu sekalian, dalam waktu seperti ini kita akan full time, jadi kita harus atur waktu dengan baik,” imbuhnya.

Ia juga meminta peserta UTBK untuk ikut mengupload sejumlah sertifikat yang berkaitan dengan skill tertentu di program studi (Prodi) yang dituju. Pendaftar juga diminta mengupload sejumlah bukti sertifikat skil mereka yang sesuai Prodi terkait.

Terkait dengan seleksi mandiri, mantan dekan FKH ini menjelaskan, akan ditentukan setelah rapat pimpinan. “Apakah bentuk portofolio atau UTBK. Kita nanti rapat pimpinan untuk memutuskan hal ini,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Ir. Jalaludin, M. Si dalam paparannya menyebut, jumlah anggaran UTBK yang disiapkan Undana sekitar Rp 334 juta. Ia mengungkapkan, sudah ada petunjuk jelasnya, termasuk biaya honorarium 20 persen. Hal tersebut, sambung Warek II, akan diatur berdasarkan standar biaya masukan sesuai PMK nomor 119 tahun 2020. “Kita semua harus gunakan aturan ini. Pada prinsipnya saya tidak kurangi honor, kecuali potong pajak, kita gunakan tarif nasional yang sudah diatur PMK nomor 119 tahun 2020,” terang mantan Wadek II Fapet ini.

Pihaknya menambahkan, honor per sesi bagi pengawas dan teknisi akan dihitung berdasarkan standar biaya masukan. “Yang penting kita bayar sesuai mekanisme seperti yang kita lakukan tahun lalu,” pungkasnya (rfl/ny)

Comments are closed.