Terdampak Badai Seroja, Undana Konsisten Lakukan Pelayanan

  • Kerugian di Undana Ditaksasi Belasan Miliar

    Badai siklon tropis Seroja  yang memporak-poranda hampir seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu-Senin (4-5/4) dini hari, ikut melanda Kota Kupang. Lingkungan kampus Universitas Nusa Cendana (Undana), misalnya mengalami kerusakan dan kerugian sejumlah sarana dan prasarana yang sangat parah dan memprihatinkan.

    Pantauan media ini, terlihat pepohonan tumbang mulai dari gerbang masuk Undana hingga Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan. Tampak tiang-tiang jaringan listrik maupun internet ikut tumbang dan kabel-kabel  pun ikut beserakan di jalanan. Akses masuk antar fakultas dan unit pun terputus total. Gedung-gedung perkuliahan di setiap fakultas maupun Pascasarjana juga mengalami kerusakan, yakni pada atap dan plafon.  Selain itu, gedung rektorat hingga Rumah Sakit Umum (RSU) Undana pun mengalami kerusakan. Kendati demikian, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D menegaskan Undana bakal tetap konsisten melakukan pelayanan pendidikan tinggi bagi mahasiswa.

    Rektor mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah kerusakan bangunan di Undana. “Sebagaimana seluruh warga NTT, khususnya Kota Kupang mengalami badai siklon tropis saroja, Undana pun mengalami hal yang sama. Kita tidak bisa terhindar, tetapi harus menghadapi dan mengatasi sejumlah kerusakan. Saya sudah lakukan pengecekan terdapat sejumlah besar kerusakan bangunan yang ada di Undana. Ada kerusakan ringan hingga berat, yang harus segera direnovasi,” ujarnya ketika malakukan gotong royong bersama sejumlah pimpinan dan pegawai Undana, Rabu (7/4).

    Karena itu, tandas Prof. Fred, upaya renovasi sejumlah gedung dan perbaikan jaringan listrik maupun internet sebagai konsistensi Undana melakukan pelayanan pendidikan tinggi, baik itu pendidikan dan pengajaran, penelitian maupun pengabdian.

    Saat ini, langkah pertama yang dilakukan adalah memerintahkan seluruh pimpinan untuk masuk kantor dan melakukan gotong royong membersihkan lingkungan di setiap unit dan membukan akses jalan di Undana. Setelah akses jalan dan kebersihan setiap unit dilakukan, ungkap Rektor, pelayanan publik yang dilakukan semua pegawai harus tetap dilakukan. “Kalau ada pelayanan publik yang segera dilakukan walaupun  di tengah kerusakan, kita akan berupaya pegawai yang bertugas tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” tandasnya.

    Sementara kerugian yang dialami akibat kerusakan sejumlah sarpras, Guru Besar Ekonomi Pertanian itu taksasi mencapai belasan miliar rupiah. “Kerugian yang kita alami mungkin belasan miliar, kita harus segera mengatasinya,” ungkapnya. Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan rapat pimpinan dan memberikan waktu seminggu kepada setiap pimpinan unit untuk melakukan perhitungan kerugian, membuat rencana renovasi dan RAB lengkap dan dimasukan ke rektorat Undana untuk dilakukan revisi geser.

    “Kita akan kompilasi untuk segera dilakukan revisi geser terhadap DIPA masing-masing unit. Setelah kegiatan ini kita akan rapat pimpinan dan memberikan waktu seminggu pada seluruh pimpinan unit  untuk lakukan perhitungan, dengan RAB lengkap dan diserahkan ke rektorat untuk dilakukan revisi geser. Dan, dalam waktu yang tidak terlalu lama saya harap dilakukan dan persetujuannya bisa kita peroleh untuk kita renovasi seluruh kerusakan Undana,” jelasnya.

    Terkait dengan kerusakan jaringan internet, kata Warek II, akan menghambat jalannya perkuliahan online, tetapi pihaknya menyebut dalam jangka waktu paling cepat seminggu, pelayanan akan kembali normal dan kuliah daring bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya (rfl).

Comments are closed.