Rektor Undana Pantau Pelaksanaan UTBK-SBMPTN

  • Peserta UTBK Tahap II, 6.165 Orang

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir. Frerik L.Benu,M.Si.,Ph.D, bersama para Wakil Rektor dan jajaran pimpinan Undana, memantau pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2020, Senin, (20/7/2020). Pemantauan dilakukan di Pusat Komputer Undana Penfui, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Kedokteran, Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan lokasi mitra yakni SMKN 2 Kupang. Sesuai pantauan media ini, terlihat peserta UTBK tegang dan panik sebelum masuk di ruang ujian dalam empat lokasi berbeda.

Di sela-sela pemantauan UTBK, Rektor, Prof. Fred L. Benu mengatakan, sebenarnya peserta UTBK tidak tegang dan panik, mungkin hanya pengaruh suasana ditengah pandemi atau Covid-19, dan mungkin juga  peserta UTBK yang baru pertama kali masuk kampus Undana.

Karena itu, sebagai pimpinan Undana, pihaknya memberikan motivasi kepada peserta UTBK agar tidak tegang dan panik dalam mengikuti UTBK. “Jadi kepada peserta UTBK saat mengerjakan soal-soal ujian agar tidak perlu tegang dan panik dan harus yakin dengan kemampuan sendiri. Jangan tegang dan panik saat mengerjakan soal, karena hal tersebut akan membuyarkan konsentrasi saat menghadapi soal-soal ujian. Peserta UTBK harus yakin dengan persiapan yang sudah matang dari rumah disertai doa kepada Tuhan, sehingga memperoleh hasil terbaik pada UTBK,” ujarnya singkat sambil menuju ruang ujian UTBK yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, DR.Drh. Maxs U.E. Sanam,M.Sc mengatakan, Undana sebagai salah satu PTN tertua di NTT mengadakan tahap II UTBK mulai tanggal 20 hingga 29 Juli 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 6.165 orang dengan pelaksanaan tempat ujian di lima lokasi berbeda yakni di Pusat Komputer dengan jumlah peserta terbanyak 3.000 orang. Sekolah mitra SMKN 2 Kupang 1.700 orang, Politeknik Pertanian Negeri Kupang 750 orang, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ekonomi Bisnis Undana masing-masing 300 orang.

Menurutnya, dalam sehari tes dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00-11.15 Wita, dan sesi kedua pada pukul 14.00-16.15 Wita. “Mestinya empat sesi, namun oleh LTMPT dikurangi menjadi dua sesi. Di Puskom Undana, per sesi 200 orang. Kapasitas  ruangan bervariasi. Ada yang 20, 30 dan 40 orang. Harusnya kapasitas normalnya lebih dari itu, tapi karena aturan protokol kesehatan, maka kapasitas ruangan dikurangi 50 persen dari kapasitas normalnya,” ungkapnya.

Mengenai jumlah riil peserta yang memilih Undana dan perguruan tinggi negeri (PTN) luar, Maxs Sanam belum bisa memastikan. Pihaknya beralasan, belum mendapatkan detail informasi dari LTMPT. “Jadi setiap peserta punya dua pilihan program studi ataupun universitas. Bisa juga pilih dua-duanya di Undana, atau dua-duanya di luar Undana. Tetapi mayoritas memilih Undana baik pada pilihan pertama maupun pilihan kedua,” jelasnya.

Plt. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Undana tersebut lebih lanjut menjelaskan, rencananya LTMPT akan mengumumkan hasil UTBK tanggal 20 Agustus 2020. Sementara untuk penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Mandiri Undana telah dibuka sejak tanggal 16 Juli hingga 19 Agustus 2020.

Ia menjelaskan,  peserta yang mengikuti UTBK-SBMPTN 2020 tahap II ini harus memenuhi persyaratan kesehatan terkait dengan Covid-19. Tentu dengan menunjukkan suhu tubuh pada saat sebelum tes yang tidak boleh melebihi 37,5 derajat celsius. Apabila peserta tidak dapat memenuhi persyaratan kesehatan seperti tersebut diatas, maka tidak diperbolehkan mengikuti tes UTBK 2020. Karena itu, sebelum UTBK, pihak Undana telah menghimbau agar peserta UTBK dapat mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan dengan mengisolasi mandiri di rumah serta tetap berperilaku hidup sehat sebelum mengikuti UTBK-SBMPTN tahun 2020.

Ketua Satgas Covid-19 Undana, Dr.Apris Adu,S.Pt.,M.Kes dalam arahan senin pagi mengatakan, peserta UTBK wajib mentaati seluruh protokol  kesehatan dan memastikan tetap terjaga selama UTBK berlangsung. “Jadi panitia telah menyediakan segala sarana prasarana penunjang protokol pencegahan Covid-19, seperti para pengawas dan peserta UTBK wajib menggunakan APD, mulai dari masker dan sarung tangan.  Pihaknya juga telah menyediakan tenaga medis yakni para dokter dari Fakultas Kedokteran Undana dan Fakultas Kesehatan Masyarakat di tempat selama ujian UTBK.

Ia menambahkan, di semua lokasi ujian, kami juga sudah  tempatkan beberapa tim medis guna melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun, tempat cuci tangan, hand sanitizer, termasuk kebutuhan-kebutuhan cadangan lain yang mungkin dibutuhkan oleh peserta UTBK-SBMPTN. “Jadi hanya peserta yang sehat dan terbebas dari Covid-19 yang bisa mengikuti ujian UTBK. Bila sudah suhu tubuh sudah lebih dari 38 derajat celsius, itu berarti sudah tidak sehat, sehingga mereka tidak diperkenankan ikut UTBK,” ungkap Apris Adu.

Sedangkan, Koordinator Seksi Pengawas, Zamrud Nafie,S.Sos.,M.Ap melaporkan, pelaksanaan ujian hanya dua sesi dalam sehari. Jumlah keseluruhan sesi mulai sesi 39 hingga 69, dilaksanakan setiap hari mulai pukul 09.00-11.15 Wita. Sesi kedua mulai pukul 14.00-16.15 Wita. Pelaksanaan untuk hari Jumat 24 Juli 2020, hanya dilakukan satu sesi saja yakni pada pagi hari. Sementara kapasitas PC per hari untuk lokasi 425, untuk sesi 67 dan 69  hanya menggunakan lokasi dalam kampus.

Ia juga menjelaskan, untuk kelas relokasi bagi calon peserta yang memilih lokasi tes diluar Undana yaitu ITB, UGM, Unud dan Universitas Brawijaya Malang yang karena kondisi Covid-19, sehingga melalui panitia pusat LTMPT, diperbolehkan mengikuti tes pada lokasi terdekat yakni UTBK  di Undana pada tanggal 30 Juli 2020.

Menurutnya, sesuai informasi yang diperoleh, ada tujuh peserta, namun sampai dengan saat pelaksanaan UTBK, hanya lima peserta yang hadir mengikuti tes UTBK 2020 pada sesi siang tepat pukul 14.000-16.15 Wita di ruang UPT Pusat Komputer Undana. Kegiatan tes tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan Satgas Covid-19 Undana. [ds/rfl]

Comments are closed.