PKKMB Mahasiswa Baru Undana Secara Virtual

  • Mahasiswa Jalur SNMPTN Resmi Diterima

Universitas Nusa Cendana (Undana), Senin (10/8/2020) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Undana yang lulus melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) sebanyak 999 orang. Selain mengikuti PKKMB, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D juga secara resmi menerima mahasiswa baru tersebut yang ditandai dengan penyematan jaket almamater berwarna kuning Undana.

Rektor Prof. Fred Benu dalam sambutannya mengaku PKKMB kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini dilaksanakan secara virtual. Dijelaskan, Undana menerima mahasiswa melalui tiga jalur, baik SNMPTN, SBMPTN maupun Seleksi Mandiri Masuk Undana (SMMU). Total kuota Undana tahun ini sebanyak 7.321 mahasiswa baru. Untuk SBMPTN, hasil seleksi UTBK akan diumumkan secara daring tanggal 14 Agustus. Pada kesempatan itu, ia juga meminta dukungan kepada orangtua/wali yang menintipkan anak-anaknya untuk dididik di Undana. Meskipun dalam kondisi pandemic, kata Prof. Fred Benu, tidak mengurangi semangat pimpinan Undana, maupun mahasiswa untuk melakukan studi. Undana kata dia, sejak ditetapkan berstatus Badan Layanan Umum (BLU), berupaya memberikan pelayanan  terbaik bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa yang sudah diterima, ungkap Rektor dua periode ini, gunakan kesempatan tersebut, karena tingkat kesulitan masuk Undana sangat tinggi.

“Selamat datang sebagai mahasiswa baru. Anda harus menjunjung tinggi almamater, sebagai warga kampus, jagalah wibawa itu, nama baik anda dan nama baik institusi menjadi tanggungjawab kita bersama. Baik itu melalui cara berpakian, bertutur kata, hingga bertindak di dalam kampus ini,” paparnya. Selain itu, Rektor juga mengaku, kampus tidak memperkenankan mahasiswa untuk mengonsumsi miras, hingga narkotika. “Jika terdapat mahasiswa yang miras, atau terlibat pengguna narkotika, maka saya akan keluarkan. Tidak ada alasan apapun untuk itu. Karena itu jaga baik-baik kesempatan (kuliah) ini,” ujarnya. Dalam masa pandemic ini, ia juga meminta mahasiswa mengikuti seluruh protokol kesehatan. Untuk pelayanan kuliah, jelasnya, mahasiswa juga harus menggunakan aplikasi e-learning, google classroom maupun zoom.

Generasi Muda Indonesia Harus Belajar dari Keberhasilan Bangsa Jepang

Dalam paparan materinya soal Perguruan Tinggi, Pembangunan Karakter dan Kemajuan Bangsa, Rektor dua periode itu menegaskan, generasi muda Indonesia, harus belajar dari keberhasilan bangsa Jepang soal keterbukaan menerima dunia luar. Ia mengaku, generasi muda hari ini tidak saja dibekali dengan kecerdasan intelektual, tetapi kecerdasan sosial, spiritual dan emosional juga perlu ditingkatkan. Menurutnya, karakter kebangsaan Indonesia perlu dimiliki mahasiswa Undana, sejak menjadi mahasiswa hingga diwisuda dan terjun ke masyarakat.

Belajar dari Bangsa Jepang, jelas Benu, tahun 1985, Kaisar Tkgawa dipaksa menandatangani perjanjian dagang dengan dunia luar, dimana saat itu Commodore Perry memasuki Teluk Tokyo. Sejak saat itu, Jepang membuka diri dengan dunia luar. Namun, Jepang tetap mempertahankan jati diri dan karakternya. Dimulai dari perubahan kelompok elit, Jepang melakukan apa yang disebut dengan Restorasi Meiji. “Sama dengan kita saat ini, kita boleh membuka diri dengan teknologi, tetapi pada saat yang sama, jangan kehilangan jati diri, itu testimoni baik dari bangsa Jepang. Kita tidak perlu menunggu misi persaingan untuk memulai, harus segera dilakukan Gerakan membuka diri tapi jagan kehilangan jati diri sebagia anak Indonesia,” tandasnya. “Kalau kita hanya gagas teori, tetapi tidak punya karakter kebangsaan, nanti kalian bisa pintar menguasai teknologi dan tidak merasa warga Indonesia, tetapi warga global. Jangan sampai kepintaran digunakan untuk menjual bangsa. Milikilah karakter kebangsaan, kalau tidak bangsa ini bubar,” tambahnya.

Ia menambahkan, Undana tidak boleh terjebak sebagai mesin penghasil robot. Ia tak mau anak didiknya menjadi robot. Ia mengaku, robot memiliki keahlian tetapi tak memiliki rasa sebagai manusia.

“Undana Tidak boleh terjebak, hanya sebagai mesin penghasil robot. Saya tidak mau anak didik sebagai robot. Sekarang manusia berupaya mau menjadi robot, kalau dulu robot mau menjadi manusia. Tetapi dia tidak punya karakter dan rasa sebagai manusia,” ujarnya. Nilai-nilai karakter yang harus dimiliki mahasiswa baru Undana, paparnya, yaitu kejujuran, saling menghargai, peduli, memiliki semangat perjuangan, melayani, ramah, dan belajar seumur hidup.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dalam materinya tentang Sistem Akademik, Kampus Merdeka-Merdeka Belajar, memaparkan, terkait dengan aturan akademik, Undana mengacu pada Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020. Di dalam aturan tersebut, sebutnya, memiliki sejumlah syarat dan peraturan tentang perkuliahan, termasuk lama studi, syarat mengambil mata kuliah dan lainnya. Terkait dengan adanya revolusi industry 4.0, jelas Dr. Max, dunia kerja tidak lagi mempertanyakan gelar seseorang, tetapi kompetensinya. Karena itu, perguruan tinggi melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengubah kebijakan kurikulum agar bisa menghasilkan sarjana yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan masalah zaman. Ia mengaku, saat ini kita perlu literasi baru dalam menghadapi era revolusi industri. “Jadi sekarang ini bukan hanya literasi membaca, menulis dan berhitung saja. Tetapi perlu literasi data, literasi teknologi,” ujarnya. Dalam proses kuliah, misalnya, mahasiswa ketika berbicara harus berdasarkan data yang diketahui, bukan saja berdasarkan pendapat. Soal literasi teknologi, mahasiswa harus menguasai teknologi, memiliki peralatan teknologi seperti laptop, smartphone untuk proses kuliah.

Menyoal merdeka belajar, jelas dia, dalam rangka memenuhi tuntutan, arus perubahan dan kebutuhan akan link dan match dengan dunia usaha industri dan untuk menyiapkan mahasiswa dalam dunia kerja, perguruan tinggi dituntut agar dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan secara optimal. Ia menyebut, Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Kampus merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel, sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Program ini meliputi empat kebihjakan utama yaitu kemudahan pembukaan prodi, perubahan sistem akreditasi perguruan tinggi, kemudahan perguruan tinggi mejadi badan hukum, dan hak belajar tiga semester di luar perguruan tinggi. “Mahasiswa tigas semester yang dimaksud dapat diambil untuk pembelajaran di luar prodi dalam PT dan atau pembelajaran di luar PT,” sebutnya.

Kuliah online, lanjutnya, masih dilaksanakan hingga Bulan Desember. Sepanjang belum ada kebijakan tatap muka. “Ini juga kita juga belajar. Jangan bilang ini bukan belajar, kita main gila saja. Itu kalian (mahasiswa) yang bilang main gila. Kita bisa minta dosen dari luar untuk mengajar di sini, karena Merdeka Belajar tadi,” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Adm. Umum dan Keuangan Undana, Ir. Jalaludin, M.Si tampil menyampaikan materi tentang struktur organisasi Undana dari satuan kerja (Satker) menjadi BLU. “Jadi pasca status Undana ditingkatkan dari Satker menjadi BLU berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 166/KmK.05/2017. Dengan demikian sistem keuangan Undana harus diperbaharui berbasis PPK-BLU, dan semua unit kerja di lingkungan Undana harus menyusun RBA,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc dalam materinya tentang Kegiatan Kemahasiswaan dan Organisasi Kemahasiswaan memaparkan beberapa organisasi kemahasiswaan, yakni di  tingkat universitas yaitu Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undana. Di tingkat fakultas, terdapat BEM dan BLM fakultas, sedangkan di tingkat prodi, terdapat Himpunan Mahasiswa Prodi. Unit kegiatan mahasiswa (UKM), terdiri dari seni, olahraga, mahasiswa pencinta alam, pramuka hingga wirausaha. organisasi mahasiswa.

Ia menjelaskan, kegiatan tingkat regional dan nasional yang dapat diikuti mahasiswa, yakni Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tiap dua tahun, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) tiap dua tahun, Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSEMINAS) dilaksanakan pada tahun ganjil dan tiap dua tahun. Sedangkan debat Bahasa Inggris dilaksanakan tiap tahun. Ada juga Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres), Kontes Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA), Kontes Robot Nasional, Kompetensi Bisnis Mahasiswa Nasional, Kontes Debat Mahasiswa Indonesia dan Lomba Inovasi Digital Mahasiswa. Kegiatan internasional, karena Undana dimana Undana termasuk salah satu universitas di Indonesia yang tergabung dalam Kerjasama Mahasiswa Antar Negara di Asia Tenggara. Bentuk kegiatannya SEA-TEACHER untuk FKIP dan SEA-TVED untuk fakultas non-FKIP.

Sementara itu, beberapa beasiswa di Undana, diantaranya Bidikmisi yang kini disebut KIP Kuluah. “Ini diusulkan ole mahasiswa bersangkutan ke Kementerian. Kementerian menetapkan kuota tiap universitas selanjutnya diverifikasi oleh universitas,” sebutnya. Selain itu, terdapat Afirmasi Pendidikan Papua (Adik), khsus untuk mahasiswa asal Papua. Beasiswa lainnya, peningkatan prestasi, setalah masuk di Undana, Beasiswa BI, BRI, dari Beasiswa Djarum dan lainnya.

Untuk diketahui, pada kesempatan itu, pimpinan universitas hingga fakultas diperkenalkan kepada mahasiswa baru. (rfl)

Comments are closed.