Jangan Jadikan Undana Batu Loncatan

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menerima SK PNS dan sertifikat LATSAR diminta agar tidak menjadikan Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai batu loncatan.  Sebaliknya, PNS tidak diperkenankan pindah di tempat lain dengan alasan-alasan yang tidak bisa diterima. Penegasan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M.Si ketika menyerahkan SK PNS dan sertifikat LATSAR kepada  9 orang yang mewakili 66 PNS di Ruang Teater Undana, Selasa (4/8/2020).

Sementara sebanyak 57 PNS mengikuti arahan pimpinan universitas secara virtual melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting. Mantan Wakil Dekan II Fapet itu menambahkan, belakangan ada PNS yang meminta pindah kepada pimpinan Undana. Namun, pihak Undana berhak menolak PNS yang mengajukan pindah ke tempat lain.

WR II Undana, Ir. Jalaludin, M.Si saat menyerahkan SK CPNS kepada sejumlah dosen
Undana.

“Belakangan ada PNS yang minta pindah. Sekalipun itu istri seorang Perwira Polisi, tetapi Rektor Undana punya hak menolak permintaannya,” ungkapnya. Pihaknya menegaskan bahwa, tidak ada PNS yang mengajukan pindah dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan ia menyatakan, selama dirinya masih menjabat sebagai Wakil Rektor II, maka permintaan pindah oleh PNS akan ditolak. “Saya bukan mendahului Pak Rektor, silahkan ajukan saja. Karena bulan lalu ada ibu yang ikut suaminya yang bekerja di pengadilan di luar NTT, sakit dan butuh perawatan, sehingga Undana merekomendasikan pindah,” ungkap Jalaludin yang saat itu didampingi Plt Karoadum, Nerry Nafie, S.IP

Menurutnya, jika alasan pindah, karena soal kemanusiaan maka akan diberikan, tetapi jika tidak, maka Undana akan menolak permintaan pindah PNS. Hadir pada saat itu, Plt. Karo BAAKPSI, Neri Nafi, Kabag Kepegawaian, Jibrael Rake, SH., MH beserta staf. [rfl/ds]

Comments are closed.