Gustaf Oematan, Doktor ke-18 PPs Undana

Program Pascasarjana (PPs) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor bagi  Ir. Gustaf Oematan,M.Si, mahasiswa Program Studi Ilmu Peternakan Program Pascarjana Undana. Ujian Terbuka Promosi Doktor tersebut dipimpin  oleh Ketua Sidang, Prof. Drs. Mangadas Lumban Gaol, M.Si.,Ph.D berlangsung di ruang aula lantai tiga PPs Undana, Kamis, (12/11/2020). Dengan demikian, Dr.Ir.Gustaf Oematan,M.Si merupakan Doktor ke-18 yang dihasilkan oleh PPs Undana.

Bertindak sebagai Tim Promotor, yakni; Prof. Dr. Ir. Erna Hartati, M.Si, Ir. Marthen L. Mulik, PG Dip. Agr.St. Ph .D, dan Dr.Ir.Tara Tiba Nikolaus ,M.Sc. dengan Tim Penguji terdiri dari Prof. Ir. Fredrik  L. Benu , M.Si.,Ph.D, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.Appp. Sc.Ph.D, Prof. Dr.  Ir. I.G.  Mahardika, M.Si, Dr. Ir. Arnol E. Manu, MP, Dr. Ir. Thomas Matahine, M.Si, Dr. Drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc, Dr. Ir. Mantje Hilakore, M.Si, Prof. Drs. Lumban Gaol , M.Si., Ph.D, Dr.Ir.Agus  A. Nalle, M.Si  dan Dr. Ir. Maria Krova, M.Si.

Pada kesempatan itu, Gustaf Oematan diberikan waktu 10 menit untuk mempresentasikan hasil penelitiannya dengan judul Disertasi “Optimalisasi Biofermentasi Dalam Rumah dan Pertumbuhan Sapi Bali Menggunakan Silase Semak Bunga Putih (Chromolaena Odorata) Disuplementasi Analog Hidroksi Metionin dan Asam Lemak Tidak Jenuh” dan berhasil mempertanggungjawabkannya dihadapan para Promotor dan Penguji, dan dinyatakan lulus  dengan predikat sangat memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor dengan IPK 3,97.

Prosesi pelaksanaan ujian Promosi Doktor tersebut dilakukan secara online dan langsung  disaksikan tamu undangan yang hadir kebanyakan merupakan keluarga besar dari Gustaf Oematan dengan tetap mengikuti Protokol kesehatan.

Dikatakan sang yubilaris Ir. Gustaf Oematan bahwa  ada satu statemen yang merangsang bagaimana ia harus memperoleh gelar Doktor. “Ada satu statemen yang merangsang saya untuk bagaimanapun juga saya harus memperoleh gelar Doktor dari Rektor Undana periode saat itu bahwa, jangan jadi dosen minimalis tapi harus berusaha untuk menyelesaikan studi pada jenjang yang lebih tinggi yaitu gelar Doktor. Hal itu terngiang ditelinga saya sepanjang saya di Undana dan pada hari ini saya berterima kasih kepada yang amat terpelajar Profesor Frans Umbu Datta yang menyampaikan kata itu, yang merangsang saya untuk melakukan proses belajar  di Program Pascasarjana  Undana. Jadi dengan adanya keberhasilan ini mereka memberikan tanggungjawab kepada saya untuk akhirnya mengayomi mereka di pulau ini. Artinya komunitas saya. Apresiasi dan terima kasih  kepada promotor dan penguji yang telah membantu mewujudkan mimpi saya menjadi seorang Doktor,” ungkap mantan Dekan Fakultas Peternakan itu.

Salah satu Promotor, Ir. Marthen L. Mulik, PG Dip, Agr.St,PhD memberikan apresiasi kepada Gustaf Oematan atas penelitian yang dilakukannya. “Saya menyampaikan proficiat kepada Anda, karena Anda adalah salah satu orang yang termasuk dalam kelompok yang jarang di dunia, yang meneliti tentang isue dunia, karena Chromolaena ini dianggap musuh dunia, bahkan ada satu asosiasi internasional yang setiap tahun bertemu untuk bagaimana memusnahkan chromolaena. Ini adalah sebuah upaya untuk memecahkan sebuah persoalan besar dan saya melihat  Saudara Gustaf sudah cukup dalam koridor penelitian Disertasi,” ungkap Doktor Marthen Mulik.

Para Promotor dan Penguji berharap hasil penelitian tersebut kemudian dapat disinergikan dengan program pemerintah baik Dinas Peternakan, Pertanian, maupun kantor Dinas terkait lainnya untuk meningkatkan Produksi dan Produktifitas Ternak Sapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Akumulasi penilaian dari para promotor dan penguji menyatakan bahwa Gustaf Oematan layak menyandang gelar Doktor dibidang Peternakan. “Dengan demikian Dr. Ir. Gustaf Oematan, M.Si, merupakan Doktor ke-18 yang dihasilkan oleh Program Pascasarjana Undana tahun 2020,” ujar Mulik.

Sementara sang isteri, Jendry Rosiana Oematan-Touselak saat diminta komentar mengatakan  merasa bahagia, bangga dan bersyukur atas gelar Doktor yang diraih suaminya hari ini. “Puji Tuhan ini semua atas perkenanan Tuhan. Ini semua bukan karena kekuatan Papa dan kami sekeluarga, tapi ini adalah pemberian Tuhan.  Walaupun dalam perjalanan yang cukup panjang, perjuangan Papa, tapi pada hari ini sebagai isteri dan anak-anak bahkan keluarga yang hadir menyaksikan terus bersyukur sekaligus merasa  bahagia. Dan tentunya kedepan paling tidak pengabdian bukan untuk kami sendiri, tetapi untuk banyak orang,” ujar Nyonya Jendry.

Meski demikian kata Jendry, pencapaian tidak terhenti dihari ini, masih ada jalan panjang didepan sehingga sebagai isteri, dia akan terus mendorong suaminya untuk lebih baik lagi kedepannya. Dukungan isteri dan anak-anak dibuktikan dengan peristiwa penting hari ini, karena bagi kami peristiwa hari  ini sangat istimewa buat Pak Gustaf sekeluarga yang juga hadir menyaksikan Ujian Terbuka Promisi Doktor.

“Hari ini seharusnya saya di Atambua, tapi ini hari bahagianya Papa, perjuangan yang cukup panjang tertatih-tertatih namun sampai pada titik akhir,, jadi saya ada disini bersama keluarga bersama-sama Papa Gustaf,” ungkap Anggota DPRD Kabupaten Kupang  Komisi I dari Fraksi Demokrat  itu. [ds/rfl]

Comments are closed.