Gubernur VBL Minta Undana Dukung TJPS

Dalam rangka mewujudkan NTT bangkit menuju sejahtera, Pemerintah Provinsi NTT terus menggalakkan pembangunan di berbagai bidang, termasuk sektor pertanian, peternakan dan perikanan di NTT. Salah satu program yang gencar dilakukan Pemerintah Provinsi NTT saat ini adalah Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Untuk itu, Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta pihak Universitas Nusa Cendana (Undana) mendukung program itu.

“Kita tingkatkan terus pengembangan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan saya mau pihak Universitas Nusa Cendana untuk dukung program ini,” sebut Gubernur NTT, VBL ketika beraudiens dengan para Pimpinan Undana, Selasa (15/9/2020) di ruang kerja Gubernur NTT.

Siaran pers dari Biro Humas Pemda Provinsi NTT yang diterima media ini menyebutkan, hadir pada kesempatan itu, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, Karo Humas Pemprov NTT, Marius Ardu Jelamu, Bupati TTU, Raimundus Sau Fernandes dan para akademisi Undana yakni  Rektor, Prof. Ir. Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik,  Dr. drh.  Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta), Dr. Damianus Adar, M. Ec, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Dr. Ir. Marcelien Ratoe Ooedjoe, M. Si, Dekan Fakultas Peternakan (Fapet), Dr. Ir. Arnol Manu, M. Si.

Pada kesempatan itu, Gubernur VBL menginginkan agar pelaku akademik dalam hal ini mahasiswa bisa turun langsung di tengah masyarakat dengan memiliki program terapan  di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Mahasiswa yang dibina di bangku perguruan tinggi harus bisa menjalankan program ditengah masyarakat. Misalnya untuk mahasiswa pertanian punya program tanam porang atau jagung, mahasiswa peternakan punya program pengembangan produksi sapi, dan juga budidaya ikan oleh mahasiswa fakultas perikanan. Harus ada hasilnya dan menjadi salah satu ukuran kelulusan mahasiswa. Kita pihak pemerintah dukung itu dengan anggaran yang kita siapkan. Hal ini baik sehingga ilmu dari kajian ilmiah itu bisa dirasakan langsung masyarakat dan ada hasilnya untuk pembangunan,” katanya.

Disebutkan, harus kerja sama antara Pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam kajian pengembangan tiga sektor ini. “Kita juga akan kontrol ke lapangan melihat pelaksanaan dengan masyarakatnya dan juga produksinya. Harus ada hasil yang baik,” sebutnya.

Dikatakan Gubernur, Pemprov NTT akan terus mengembangkan pembangunan di bidang pertanian. “Misalnya untuk lahan di Sumba Tengah dengan luas 3000 Ha itu akan dibangun 50 sumur bor untuk mendukung kebutuhan air.  Sumba itu daerah yang kaya untuk potensi pertanian harus dikembangkan infrastrukturnya dengan baik sehingga lahan yang kosong itu bisa dimanfaatkan. Jadi, masyarakat akan senang dan tidak malas untuk menanam. Kemudian wilayah Sumba bagian Selatan itu juga akses jalannya belum bagus dan harus dikerjakan untuk membantu mobilisasi, ” jelas Gubernur VBL.

Pada sektor peternakan, pihaknya juga terus memberikan dukungan. “Kita lihat untuk daerah Sumba sendiri masih impor telur ayam dari luar. Ke depannya jangan lagi seperti itu. Peternakan juga akan kita kembangkan lebih baik di Sumba, Timor dan Flores, mulai dari produksi ayam, telur ayam, babi dan sapi,” katanya.

Pihaknya menambahkan, pembangunan di tengah masyarakat tidak boleh dihambat karena semuanya untuk peningkatan kesejahteraan. “Saya juga ingin pembangunan kita terus dilanjutkan dan jangan pernah dihambat. Walaupun kita sekarang sedang dilanda pandemi Covid-19 namun harus tetap kita bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan juga mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh,” tegas Gubernur yang pernah menentang WHO itu.

Undana Dukung Pemprov NTT

Sementara Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D mengatakan, Undana siap mendukung seluruh program Gubernur NTT, VBL, termasuk program TJPS.  Sebagai wujud dukungan itu, lanjut Rektor, saat ini Undana tengah mendesain kurikulum agar mahasiswa bisa kuliah di kampus lain, bahkan kuliah di tengah masyarakat. “Kami pihak Undana siap mendukung program pemerintah ini. Untuk saat ini juga kami mendesain kurikulum dimana setiap mahasiswa akan mengambil program kuliah 20 SKS di luar kampus dalam hal ini akan terjun langsung ke masyarakat dan kami wajibkan itu semua,” jelas Prof. Fred. Untuk itu, lanjutnya, para dekan yang bersentuhan langsung dengan program TJPS, seperti Dekan Faperta, Fapet, maupun FKP hars berkoordinasi dengan para kepala dinas terkait guna kerjasama secara konkrit. “Di samping itu juga para dekan masing-masing Faperta, Fapet, FKP akan berkoordinasi dengan setiap kepala dinas terkait guna membangun kerjasama secara teknis di lapangan,” ujar Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian itu. [rfl/ds]

Comments are closed.