Gedung Auditorium Megah Kapasitas 4000 Orang Segera Digunakan

Pembangunan gedung Auditorium megah Universitas Nusa Cendana (Undana) yang berkapasitas 4000 orang sudah memasuki tahap akhir dan akan digunakan pada bulan Pebruari mendatang. Dibangun selama kurang lebih delapan tahun, Gedung Auditorium Undana yang dibangun menggunakan APBN murni dan PNBP Undana itu rencananya akan diresmikan dan digunakan dalam tahun ini.

Penggunaan gedung tersebut, selain untuk kegiatan akademik seperti wisuda, seminar maupun kuliah umum, auditorium megah itu pun direncanakan akan disewakan kepada masyarakat umum untuk menggelar hajatan seperti wedding, konser dan lainnya. Hal tersebut disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D pada acara penyerahan  DIPA internal 2021 di gedung tersebut, Jumat (8/1/2021).

Rektor, Prof. Fred Benu mengatakan, gedung auditorium  yang baru selesai dibangun itu akan digunakan pertama kali untuk wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Periode Pertama pada bulan Pebruari 2021 mendatang. Rencana pimpinan Undana dalam hal ini Rektor, mudah-mudahan pembangunan auditorium ini bisa diselesaikan secepatnya untuk digunakan pelaksanaan wisuda pertama kalinya oleh mahasiswa Undana, dan kami mengajak semua sivitas akademika dan mahasiswa untuk mendoakan dan mendukung agar nantinya gedung ini dapat dimanfaatkan.

Rektor Prof. Fred Benu mengisahkan, gedung berbentuk mouse tersebut didirikan cukup lama. Sejak 16 Juni 2012, gedung tersebut dilakukan peletakan batu pertama oleh Rektor, Prof.Ir. Frans Umbu Datta,M.App.Sc.,Ph.D dengan anggaran senilai Rp 20 miliar dari rupiah murni. Namun sepanjang tiga atau empat tahun, gedung tersebut masuk dalam kategori mangkrak dikarenakan pemerintah pusat tidak lagi mengalokasikan anggaran rupiah murni.

“Ya tidak ada pilihan lain untuk selesaikan gedung ini, selain mengalokasikan PNBP Undana. Walaupun saat itu kapasitas fiskal kita tidak sampai Rp 100 miliar.  Akhirnya, tahun 2015 kita alokasikan PNBP secara bertahap hingga tahun ini,” katanya.

Secara keseluruhan, penyelesaian gedung tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp 160 miliar.  Ia mengaku, gedung tersebut merupakan auditorium termegah di Provinsi NTT disertai dengan semua fasilitas di dalamnya.

Rektor menyebut, pengelolaan gedung tersebut sepenuhnya akan menjadi tanggungjawab Badan Pengelola Usaha (BPU) Undana.  Karena itu, pada kesempatan itu, ia meminta kepada pengelola BPU Undana agar mengelola gedung terebut sebaik-baiknya untuk mendongkrak peningkatan PNBP Undana. “Banyak orang akan datang kesini, sehingga BPU harus kelola gedung ini sebaik-baiknya,” ungkap Rektor dua periode itu [rfl/ds]

Comments are closed.