FKP Undana Gelar Webiner System Dinamyc

Tanggal 29 September 2020, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Nusa Cendana (Undana), menggelar Webiner System Dinamyc dengan judul “Peran Sistem Dinamik dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan” yang disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom dan Youtube.

Tampil sebagai narasumber Webiner System Dinamyc tersebut antara lain, Dewan Guru Besar IPB University, Prof.Dr.Ir. Akhmad Fausi,M.Sc, Dosen senior FKP Undana, Dr. Chaterina Agusta Paulus,M.Si, dan Moderator, Dosen Universitas Katolik Parahyangan, Dr.Regina Deti,M.M. Acara Webiner tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Asosiasi Ahli Sistem Dinamik Indonesia, Dr. Irman Firmansyah,M.Si.

Dr. Chaterina Paulus saat menyajikan materi berkaitan dengan Model Pengembangan Minapolitan berbasis Rumput Laut di Kabupaten Kupang, yang merupakan bagian dari disertasinya tahun 2012. Menurutnya, hal yg menarik dari system dynamics adalah model yang sudah ada sebelumnya dapat diuji apakah masih relevan dengan kondisi sekarang? Ternyata model minapolitan yg dibangun 2012 dari sub model pertumbuhan penduduk masih relevan dan mendekati keserupaan dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, dengan mengambil Kecamatan Sulamu sebagai salah satu sentra produksi rumput laut, berdasarkan data dari DKP Prov. NTT (2018) ternyata terjadi penambahan luas lahan budidaya yang luar biasa sampai 98 Ha, padahal produksinya 490 ton basah rumput laut. Dari simulasi model MINAKU, ia mendapatkan prognosis bahwa fraksi pertumbuhan luas lahan meningkat menjadi 90% dan persen kematian rumput laut menjadi 73% dengan jumlah panen hanya satu kali dalam satu tahun.

Dari prognosis ini, katanya, perlu dijawab pertanyaan, mengapa persen kematian rumput laut menjadi 73%? Penyebabnya apa? (Apakah posisi penanaman tidak berdasarkan kelas  kesesuaian rumput laut “sangat sesuai”?). Mengapa terjadi “booming” kegiatan penanaman rumput laut di Sulamu pada tahun 2018? (Apakah ada peralihan profesi yang besar-besaran? Minapolitan menjadi Minaplanet?)

Alasannya, mengambil Kecamatan Sulamu sebagai perbandingan simulasi dan real dari Kecamatan Kupang Barat dan Kecamatan Semau, karena kedua kecamatan ini sudah tidak diperuntukkan lagi untuk sentra produksi rumput laut lagi. Bagaimana mau menjadi sentra produksi?? Tongkang Batubara ada, ada PLTU didekat lokasi.

Peserta webiner Geogeafis, tersebar dari ujung barat Aceh sampai Papua. Ada juga peserta dari Timor Leste. Sebagian besar Mahasiswa, Akademisi/Peneliti, diikuti Praktisi, dan Pemerintah Daerah NTT juga ikut dalam webiner tersebut.

Sedangkan Prof. Fauzi membawakan materi dari Konteks dinamika perikanan, dengan Pendekatan dynamical system dan System Dynamic dalam perikanan. Ia beberkan beberapa fitur dinamik dalam perikanan  dan aplikasinya. Selain itu, dibahas juga beberapa model bio ekonomi dinamik melalui SD baik Age Structure model maupun Wilen’s Open Access Dynamic dan analisis Monte Carlo.

Pada kesempatan itu Profesor Fauzi menyampaikan beberapa catatan penting antara lain untuk memahami tujuan pengembangan model diperlukan alokasi input/effort, optimalisai produksi, proyeksi dan sebagainya. Kedua, mampu memahami komponen dinamik dari sistem perikanan seperti effort dynamic, resource dynamic, social dynamic, economic dan dynamic. Ketiga, meyakinkan bahwa masalah diskrit (difference equation) bisa dianalisis atau ditransformasi via model kontinu (differential equation). Keempat, melakukan kalibrasi dengan past data untuk menghasilkan model yang lebih realistic dan non-linear. Kelima, lakukan sensivity analysis (Policy Analysis) baik melalui perubahan narasumber atau Monte Carlo Simulation. Dan Keenam, Phase Plane Dynamic juga diperlukan untuk melihat trajektori ke arah keseimbangan. [ds]

Comments are closed.