Dosen Undana Tandatangani Kontrak Kinerja

Para dosen di setiap Program Studi (Prodi) yang tersebar di 11 fakultas dan Pascasarjana (PPs) Universitas Nusa Cendana (Undana), diminta mengeksekusi penandatanganan kontrak kinerja (PK) Rektor Undana, Prof. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D yang bakal diturunkan di setiap level unit. Hal tersebut menyusul adanya penandatanganan kontrak kinerja antara Rektor Undana dengan Mendikbud  Nadiem Makarim dan Menkeu Sri Mulyani beberapa tahun lalu.

“Kontrak kinerja Rektor dengan Mendikbud dan Menkeu akan diturunkan ke kita semua. Jadi, sebenarnya setelah penandatanganan kontrak kinerja diserahkan ke bapak/ibu dosen, jadi mohon dieksekusi,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc ketika memberi arahan pada rapat dengan pimpinan Lembaga Pembinaan, Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Undana dan Bagian Perencanaan di Aula Lantai Tiga Rektorat Undana, Selasa (30/3).

Hadir, Kepala LP3M Undana sekaligus Ketua Tim Satuan Kinerja (Sakir) Undana Dr. Ir. Stefanus P. Manongga, MS, Karoadak BAAKPSI, Drs. Jimmy Benu, M.Si, Anggota Tim Sakir Dr. Jefry Balle, M. Eng, Kepala Bagian Perencanaan BAAKPSI Imanuel Saduk, SH.,M.Hum dan para pegawai di lembaga dan unit tersebut.

Dr. Maxs menyebut, tahun ini renstra terpadu Undana 2020-2024 sudah selesai,  begitupun dengan Rencana Strategi Bisnis (RSB).

Saat ini, sambung Warek I, Tim Sakir tengah mencoba menerjemahkan item-item kontrak dari rektor ke pimpinan unit yang diintegrasikan dengan kontrak Kemendikbud, Kemenkeu, Indikator Kerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yang ada di RSB Undana.

Mantan Dekan FKH Undana itu menegaskan, selama ini seolah-olah penandatanganan kinerja hanya di level pimpinan, namun pada prinsipnya penandatanganan kinerja maupun target yang diberikan harus sampai ke pimpinan unit dan dilanjutkan  ke para dosen.

Pihaknya mengungkapkan, yang paling penting dari semua proses terkait dengan kontrak kinerja adalah harus mengarah pada pencapaian target.

Ketua Tim Sakir Undana, Dr. Ir. Stefanus P. Manongga, MS dalam paparannya mengatakan draft dokumen penandatanganan kontrak kinerja saat ini masih perlu didiskusikan yakni bagaimana mencapai target kinerja yang diharapkan. Hasil diskusi tersebut, ungkap Manongga, akan dikirim ke setiap pimpinan Prodi.

Manongga menyatakan, Undana telah memiliki Rencana Strategi Bisnis berbasis pada kebutuhan Kemendikbud. “Yang kita desain ada 15 pokok IKU dan kita sudah turunkan ke Renstra Undana. Kita juga sudah desain RSB tahun 2020-2024 termasuk Renstra layanan akademik dan non akademik, bagaimana kita capai dalam kegiatan-kegiatan ke depan,” jelasnya.

Manongga menambahkan, jenis IKU sama tetapi beban targetnya berbeda karena beban SDM yang dimiliki setiap Prodi. Pihaknya menyebut, Rektor Prof. Fred  sudah menandatangani 15 IKU dengan Mendikbud dan Menkeu. Karena itu, saat ini adalah momentum untuk menerapkan kontrak kinerja tersebut kepada para dosen di Undana.

Kaprodi Teknik Mesin FST Undana, Dr. Jefry Balle, M. Eng menambahkan, terkait dengan perjanjian kinerja, Undana sudah bentuk Tim Sakir. Turunan kontrak kinerja berasal dari IKU Kemendikbud dan Kemenkeu serta Renstra Undana.

Kaprodi Teknik Mesin ini menjelaskan, penandatanganan kinerja disusun berdasarkan prioritas IKU yang ditargetkan. Dr. Jefry menyebut, penandatanganan kinerja dari rektor ke pimpinan unit memiliki tantangan tersendiri mulai dari narasi deskripsi sampai target.

“Dalam penandatanganan kinerja, kami akan tetapkan dokumem lampiran, definisi IKU dengan perhitungan formula sampai menghitung kinerja bapak/ibu dosen,” jelasnya

Ia menambahkan, saat ini ada dokumen contoh bagaimana dekan menurunkan IKU ke dalam IKK bagi pimpinan Prodi. “Ada draft kertas kerja sehingga bapak/ibu dosen bisa lihat pola Tim Sakir, di bawah koordinator perencanaan menilai kinerja akhir tahun sesuai capaian penandatanganan kinerja,” imbuhnya. (rfl/ny)

Comments are closed.