(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Penelitian Rumput Laut

Analisis Keberlanjutan Budidaya Rumput Laut Di Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang

Tim Peneliti

Dr. Ir.  Sunadji., MP/0017046506

Dr. Yuliana Salosso, S.Pi., MP/0001077505

Dr. Ade Yulita Hesti Lukas, S.Pi., M.Si./0010077904

Ir. Ridwan Tobuku, M.Si./0003016608

Welem Linggi Turupadang, S.Pi., G.Dip.Sc., M.Sc./0011098203


Kegiatan budidaya rumput laut  dipilih oleh masyarakat karena memiliki beberapa kelebihan antara lain masa panen yang relatif singkat yaitu 45 hari, tanpa menggunakan pupuk, mempunyai nilai ekonomi yang tinggi tanpa merusak lingkungan, budidaya mudah dan biaya rendah serta tersedianya pasar (Ma’ruf, 2005). Hal tersebut menyebabkan masyarakat memanfaatkan setiap jengkal wilayah pesisir di Kecamatan Kupang Barat untuk kegiatan budidaya rumput laut sampai 3 km ke arah laut tanpa memperhitungkan azas kesesuaian lahan dan daya dukung lingkungan. Apabila hal itu terus berlanjut, maka kemungkinan akan terjadi degradasi lingkungan yang bisa menurunkan produktivitas dan kualitas rumput laut yang dihasilkan. Sehingga kegiatan budidaya rumput laut ini yang menjadi tumpuan harapan baru bagi masyarakat pesisir di Kecamatan Kupang Barat untuk meningkatkan kesejahteraannya bisa terancam keberlanjutannya. Karena itu penelitian tentang kesesuaian perairan perlu dilakukan serta mengkaji status keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut di Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

Hasil

  1. Kawasan yang sesuai untuk budidaya rumput laut pada wilayah kajian yakni di perairan Kecamatan Kupang Barat dengan kriteria kelas sangat sesuai seluas 407.6 ha, kriteria kelas sesuai seluas 856.93 ha dan kriteria kelas yang tidak sesuai seluas 2665.78 ha.
  2. Secara umum tingkat keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang berada dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi ekologi, ekonomi, sosial- budaya dan kelembagaan berstatus cukup berkelanjutan, kecuali dimensi teknologi berada dalam status kurang berkelanjutan.
  3. Atribut-atribut yang sensitif berpengaruh atau perlu diintervensi terhadap status keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut di Kecamatan Kupang Barat sebanyak 14 atribut dari 33 atribut. Untuk dimensi ekologi faktor yang sensitif dan perlu mendapat perhatian yaitu kecerahan, kedalaman, pada dimensi ekonomi faktor yang sensitif yaitu kelayakan kegiatan budidaya rumput laut, keuntungan kegiatan budidaya rumput laut, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah, pada dimensi sosial budaya yaitu faktor sosialisasi pekerjaan, partisipasi keluarga, jumlah RTP, dimensi teknologi yaitu faktor standarisasi mutu RL, tingkat penguasaan teknologi budidaya RL, Ketersediaan industri hasil RL, dan untuk dimensi kelembagaan faktor yang sensitif yaitu ketersediaan perda dan zonasi perairan untuk budidaya rumput laut.

Rekomendasi

  1. Perlu Perda untuk mengatur zonasi, tata letak unit budidaya dan harga pasar.
  2. Perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai penilaian serta penambahan dimensi dan atribut dalam analisis keberlanjutan  kegiatan budidaya rumput laut  agar dapat memberikan masukan rekomendasi pengelolaan yang lebih spesifik.
  3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang permodelan kegiatan budidaya rumput laut di Kecamatan Kupang Barat untuk mengetahui berapa lama kegiatan tersebut bisa terus berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *