(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan Malaksanakan Program Kewirausahaan

Mahasiswa Budidaya Perairan Unjuk Kebolehan dalam Program Kewirausahaan, Fokus Produksi Magot untuk Akuakultur

[Kupang/Universitas Nusa Cendana] – Mahasiswa program studi budidaya perairan di Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan komitmen mereka dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan dengan meluncurkan program inovatif. Melibatkan topik produksi magot untuk akuakultur, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di sektor budidaya perairan tetapi juga memberdayakan mahasiswa untuk terlibat dalam dunia bisnis.

Program kewirausahaan ini dihadirkan sebagai bagian dari kurikulum program studi budidaya perairan, sebagai respons terhadap kebutuhan akan peningkatan keterampilan berwirausaha di kalangan mahasiswa. Magot, sebagai pakan alami, telah diakui memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas di sektor akuakultur.

Dr. Yuliana Salosso, dosen pembimbing program ini, menjelaskan, “Magot memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik dan merupakan pilihan yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan ikan. Melalui program kewirausahaan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teknik produksi magot secara efisien, tetapi juga dilibatkan dalam aspek bisnis termasuk pemasaran dan manajemen keuangan.”

Sebagai bagian dari pelatihan kewirausahaan, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk kunjungan ke peternakan magot yang sudah beroperasi, sesi pelatihan manajemen usaha, dan diskusi dengan praktisi industri akuakultur. Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan lulusan yang tidak hanya terampil dalam aspek teknis budidaya perairan tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang aspek bisnis di sektor ini.

Jesika, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam program ini, berbagi pengalaman, “Program kewirausahaan ini memberi saya kesempatan untuk melibatkan diri secara langsung dalam dunia bisnis akuakultur. Saya belajar bagaimana mengelola usaha, berkomunikasi dengan mitra bisnis, dan menyesuaikan strategi pemasaran dengan kondisi pasar.”

Diharapkan bahwa program kewirausahaan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perkembangan sektor akuakultur, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru bagi lulusan. Keberhasilan program ini akan menjadi bukti bahwa penggabungan keterampilan teknis dan bisnis dapat membawa dampak positif yang signifikan di dunia budidaya perairan.

Inisiatif seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi program studi budidaya perairan di berbagai universitas untuk mengintegrasikan lebih banyak aspek kewirausahaan dalam kurikulum mereka, menciptakan generasi mahasiswa yang siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia bisnis budidaya perairan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *