11 Dokter Dilantik, Undana Inisiasi Buka Program Dokter Spesialis

Sebanyak 11 (sebelas) dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nusa Cendana (Undana) dilantik dan diambil sumpah oleh Dekan FK dr. Sangguana M. J. Koamesah, MMR, MMPK di Aula Dekanat FK Undana, Rabu (5/5/2021). Mereka yang dilantik dan diambil sumpah adalah dr. Andre D. P. Ludji, S. Ked, dr. Rendy Christmas Nunuhitu, S. Ked, dr. Civa Jusrimar Nuha, S. Ked, dr. Desy Risanti Lambe, S. Ked, dr. Indah Karuniawati Rame, S. Ked, dr. Liberti Y. Mandaha, S. Ked, dr. Lidiya, S. Ked, dr. Isne A. Barus, S. Ked, dr. Rivent O. B A. Nababanm, S. Ked, dr. Priskam Nino, S. Ked dan dr. Faustina Goantryani, S. Ked. Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut mengikuti protokol kesehatan secara ketat, sehingga tiga diantaranya mengikuti pelantikan secara online, sementara delapan dokter secara on site.

Pengukuhan dilakukan dua rohaniawan, yakni Pdt. Etty Nunuhitu, S. Th (Kristen Protestan) dengan mengambil renungan pada Kitab Amsal 3:1 dan 5 dan Romo Romo Yakobus Longga, Pr (Kristen Katolik) mengambil Kitab Mazmur 9:2b sebagai renungan bagi para dokter baru.

Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik Dr. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dalam sambutannya mengapresiasi FK Undana, yang terus menempa para mahasiswa untuk menjadi dokter. Pasalnya, persentase kelulusan lulusan dokter pada FK Undana dalam ujian nasional masih tergolong tinggi.  Pada kesempatan itu, pihaknya meminta seluruh civitas akademika FK Undana agar kembali merefleksikan dan mereinterpretasi narasi pada lagu mars FK; “sekali dibuka, tetap dibuka.” Menurut Dr. Max, awal pendirian FK, banyak orang tidak yakin fakultas ini akan bertahan. Namun, kini Undana tengah menginisiasi untuk membuka program pendidikan dokter spesialis  “Puji Tuhan dengan prestasi dan akreditasi, menjadi sesuatu yang luar biasa. Kita saat ini sedang menginisiasi untuk membuka program pendidikan dokter spesialis di Undana,” ungkapnya. Kendati tidak menyebut secara rinci, program dokter spesialis apa saja, namun Dr. Maxs optimistis, program itu akan terwujud suatu saat nanti. Yang terpenting, lanjut Warek Maxs, adalah adanya dukungan Pemda NTT maupun kabupaten/kota.

Ia menegaskan, sumpah dokter sebagai pertanggungjawaban moral dunia dan akhirat. Karena itu, sumpah tersebut perlu dihayati dan diimplementasikan dalam medan layan. “Kemanapun anda bekerja dan berbakti, ingat selalu pada sumpah profesi yang telah diucapkan,” ungkap Mantan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) ini. Selain kebanggaan yang dialami para dokter, orangtua dan keluarga, seluruh civitas akademika Undana pun merasa bangga atas capaian 11 dokter baru tersebut. “Selamat kepada para dokter muda,” tukasnya.

Dekan FK Undana, dr. Sangguana M. J. Koamesah, MMR, MMPK dalam sambutannya menyebut, pengambilan sumpah dan pelantikan tersebut merupakan yang ke-28, sejak FK Undana didirikan tahun 2008 lalu. “Hingga saat ini dokter yang sudah diluluskan berjumlah 348 orang. Dan saat ini kita lantik 11 orang. Jadi adik-adik bisa menghitung 249 sampai seterusnya,” ujarnya.

Empat Pesan Penting

dr. Bobby pada kesempatan itu menyampaikan tiga pesan penting kepada para dokter baru, yakni: Pertama, dokter bukan tujuan akhir. Menurutnya, dokter saat ini diperhadapkan pada kondisi dunia yang berbeda dengan zaman dulu. “Zaman sudah berubah. Hampor 70-80 prsen aktivitas berbasis internet, bahkan mahasiswa tahun lalu, sama sekali belum pernah masuk kampus. Semoga setelah Lebaran, mereka bisa masuk secara bertahap untuk mengikuti praktikum,” imbuh Dr. Koamesah. Pihaknya juga mendorong para dokter agar mengembangkan diri mengikuti perkembangan zaman, terutama menggunakan media sosial untuk melakukan konsultasi dan lainnya.

Kedua, profesi dokter sebagai pelayanan. Dekan yang kerap disapa Dr. Bobby ini menyebut, profesi dokter beda dengan profesi lain. Sebab, profesi ini pengucapan sumpah dokter dilakukan sendiri oleh para dokter.  Menurutnya, inti dari sumpah adalah membaktikan diri, bukan profesi. Ketiga, pelayanan kemanusiaan. Menurut Dekan FK, ada tiga jenis pekerjaan, yakni pekerjaan bisnis, pekerjaan sosial dan pekerjaan kemanusiaan. “Kalau pekerjaan bisnis, maka yang dicari adalah uang atau mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Pekerjaan sosial, kerja tidak dapat untung juga tidak apa-apa. Kemudian pekerja kemanusiaan. Pekerjaan inilah kalian masuk didalamnya. Profesi ini adalah profesi kemanusiaan jadi jangan membedah-bedahkan orang dan lainnya,” tandas Dr. Bobby.

Keempat, badan boleh kecil, tetapi hati harus besar. Menurutnya, saat ini yang paling dicari pasien adalah dokter yang melayani dengan hati, karena pintar saja tidak cukup. Ia menambahkan, para dokter lulusan FK Undana sudah ditempa dengan keras, sehingga ia yakin para sejawatnya akan mampu bertahan dalam medan layan dimana pun berada.

Lembaran Sejarah

Ruben Ludji, SE, perwakilan orangtua dokter baru dalam sambutannya meminta para dokter agar memegang teguh ikrar yang diucapkan, terutama  membaktikan hidup bagi sesama. Ludji menyebut, pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut sebagai catatan peristiwa yang akan menghiasi lembaran sejarah hidup para dokter. Sebagai orangtua, dirinya bangga, karena para dokter memberi nilai tersendiri dalam keluarga. “Satu pencapaian luar biasa dan membanggakan. Terima kasih anak-anakku para dokter, kalian telah menjawab harapan kami untuk mencapai titik ini,” ujar ayahanda dr. Andre D. P. Ludji, S. Ked ini.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tantangan, suka dan duka yang dihadapi para dokter. “Perjalanan Panjang para dokter, ada banyak hambatan, ada banyak hal yang dilakukan untuk mencapai dokter. Ada banyak orang yang terlibat mendukung, baik langsung maupun tidak, moril maupun materil, baik individu maupun institusi demi melengkapi kebutuhan para dokter, sebagai orangtua kami banyak keterbatasan dan tak mampu,” ungkapnya.

Karena itu, pada kesempatan itu, pihaknya menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada pimpinan Undana, Rektor Prof. Fred Benu dan jajarannya, pimpinan Fakultas, Dekan FK Dr. Bobby dan jajarannya hingga para dosen. Selain itu, kepada Pemkab Sabu Raijua dan Sumba Timur yang telah memberi stimulus, rumah sakit mitra yang menjadi tempat praktik para dokter, para rohaniawan yang hadir kala itu, serta Dr Heru, inisiator dan pendiri FK Undana. “Segala pengorbanan, budi baik dan ketulusan hati yang telah diberikan adalah berkah bagi anak kami. Hanya doa tulus yang kami panjatkan. Kiranya Tuhan membalas berkat yang setimpal atas bapak/ ibu sekalian,” pungkasnya. (rfl)

Comments are closed.